Siapa Saja Yang Menolak Saat Ditawari Menjadi Seperti Manusia

Siapa Saja Yang Menolak Saat Ditawari Menjadi Seperti Manusia

Manusia boleh berbangga karena dinobatkan sebagai makhluk sempurna diantara seluruh makhluk ciptaan-Nya. Kita menjadi pemimpin atas seluruh penghuni semesta yang ada dengan kelebihan akal serta pikiran yang digunakan dalam bertindak.

Namun menjadi makhluk sempurna bukanlah perkara yang mudah. Ada hal besar yang menjadi tanggungjawab manusia yakni amanah. Menjalankan perintah serta menjauhi segala larangan-Nya menjadi amanah yang tidak dapat dibantah.

Siapa Saja Yang Menolak Saat Ditawari Menjadi Seperti Manusia
Manusia dari sekian banyak makhluk Allah menyanggupi amanah tersebut. Padahal makhluk lain yang memiliki kekuatan lebih besar seperti langit, bumi dan gunung menolak untuk menjadi seperti manusia. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahzab. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Ada begitu banyak peristiwa yang terjadi sebelum akhirnya alam semesta dan segala isinya siap untuk ditinggali. Salah satunya adalah peristiwa saat Allah SWT mengungumpulkan makhluknya untuk membagi peran. Saat itu Allah SWT memberikan pilihan kepada mahkluk untuk menerima amanah.

Bagi siapa yang menerimanya, maka akan menjadi makhluk yang paling sempurna di alam semesta. Namun amanah ini juga memiliki kosekuensi. Bagi yang menjalankan perintah-Nya, maka akan dihadiahi surga, namun jika melanggar akan diberi siksa di neraka.

Allah SWT menawari amanah tersebut kepada langit, bumi dan gunung. Namun ketiganya menolak, bukan karena ingkar kepada Allah, namun mereka merasa tidak sanggup untuk mengemban besarnya amanah tersebut.

Ternyata, manusialah yang dengan berani menerima tawaran Allah SWT untuk menjadi makhluk sempurna. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-Ahzab

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72).

Ayat ini dimaknai berbeda oleh para Mufassirin. Diantaranya adalah Imam Al-Aufi dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Yang dimaksud dengan al-amanah adalah, ketaatan yang ditawarkan kepada mereka sebelum ditawarkan kepada Adam ‘Alaihissalam, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya. Lalu Allah berfirman kepada Adam, ‘ Sesungguhnya Aku memberikan amanah kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, akan tetapi mereka tidak menyanggupinya. Apakah engkau sanggup untuk menerimanya?’ Adam menjawab, ‘Ya Rabbku, apa isinya?’ Maka Allah berfirman, ‘Jika engkau berbuat baik maka engkau akan diberi balasan, dan jika engkau berbuat buruk maka engkau akan diberi siksa’. Lalu Adam menerimanya dan menanggungnya. Itulah maksud firman Allah, ‘Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh’.”

Kemudian, Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu- berkata, ‘Amanah adalah kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh Allah kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Jika mereka menunaikannya, Allah akan membalas mereka. Dan jika mereka menyia-nyiakannya, maka Allah akan menyiksa mereka. Mereka enggan menerimanya dan menolaknya bukan karena maksiat, tetapi karena ta’zhim (menghormati) agama Allah kalau-kalau mereka tidak mampu menunaikannya.” Kemudian Allah Ta’ala menyerahkannya kepada Adam, maka Adam menerimanya dengan segala konsekwensinya. Itulah maksud dari firman Allah:

“Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh,” yaitu pelanggar perintah Allah.

Bisa disimpulkan jika manusia hidup di dunia ini hanya menjalani ujiannya saja. Lulus atau tidak dalam menjalankan ujian tersebut akan dijawab oleh Allah SWT saat kiamat tiba. Disana, akan ditunjukan bahwa sebelum hidup di dunia manusia sudah melakukan perjanjian dengan Allah yakni mengakui keesaan-Nya dan menjalankan amanah yang sudah ditetapkan.

Namun fitrahnya, manusia akan lupa setelah lahir ke dunia. Kemudian, setelah hari kiamat nanti, manusia akan kembali diingatkan tentang janji tersebut. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Hadid ayat 8 yang berbunyi “Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang yang beriman”. (QS. Al Hadid, 57:8).

Wallahu a'lam…semoga kita termasuk manusia yang tidak menyianyiakan waktu saat hidup di muka bumi, serta dapat menjalankan amanah yang sudah diembankan Allah kepada kita.
Dajjal Keliling Dunia Menggunakan Pesawat Terbang

Dajjal Keliling Dunia Menggunakan Pesawat Terbang

Dajjal adalah makhluk yang dijanjikan muncul pada akhir zaman. Kehadirannya menandakan jika usia alam semesta tidak lama lagi karena segera datang kiamat besar. Setelah keluar dari persembunyian, Dajjal akan melancarkan aksinya untuk menebar fitnah di muka bumi.

Seluruh negeri dilewati, kecuali Mekah dan Madinah yang dijaga ketat oleh malaikat. Konon makhluk bermata satu ini nantinya akan hidup selama 40 hari. Lantas bagaimana bisa dalam jangka waktu singkat ini Dajjal mampu keliling dunia?

Dajjal Keliling Dunia Menggunakan Pesawat Terbang
Ternyata Nabi Muhammad SAW menegaskan jika saat keluar nanti Dajjal dilengkapi dengan kendaraan super cepat yang terbang di angkasa. Apakah kendaraan yang disebut keledai terbang tersebut adalah sebuah pesawat?

Di jelaskan dalam sebuah hadist yang artinya Ia memiliki keledai yang ditungganginya, lebar antara dua telinganya 40 hasta. (HR Ahmad dalam l Musnad, dan Hakim dalam al-Mustadrok). Keledai putih itu memiliki kekuatan satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan. Kecepatannya seperti awan ditiup oleh angin dan bumi berputar terasa lebih cepat ketika ia berada diangkasa. "Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap." (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2998).

Dahulu, ulama bisa saja berpikiran jika Dajjal dibantu para setan dalam menjalankan kendaraanya. Namun, nubuat Nabi Muhammad SAW ini begitu mudah dipahami dijaman kini. Keledai yang dikatakan Nabi, tidak harus diartikan sebagai keledai hewan tunggangan yang biasa digunakan pada masa lalu. Namun keledai ini bisa diartikan sebagai kendaraan. 

Apakah ini pesawat terbang? Wallahu A'lam Bishawab

Dalam hadist di atas jika keledai tersebut memiliki kecepatan seperti awan yang ditiup angin. Seperti diketahui, dewasa ini pesawat terbang kecepatannya memang melebihi kecepatan angin.

 Selanjutnya Nabi SAW bersabda sbb: "Bumi akan digulung untuknya ". Ini berarti Dajjal akan bergerak begitu cepat seolah-olah bumi yang luas ini kelihatan ciut. Gerakan Dajjal melalui udara dikatakan sebagai berikut: "la akan menggenggam awan di tangan kanannya". Artinya ia akan terbang menembus dan di atas awan.

Selanjutnya Nabi Muhammad menerangkan bahwa "Dajjal akan meloncat-loncat di antara bumi dan langit". Semua ini mengisyaratkan perjalanan Dajjal melalui udara. Lebih lanjut diterangkan bahwa Dajjal akan bergerak begitu cepat hingga ia:"Mendahului matahari di tempat terbenamnya"

Pada dewasa ini kapal-udara terbang lebih cepat dari jalannya matahari; orang yang berangkat dari Timur pada pagi hari, akan sampai di Barat sebelum matahari terbenam.

Jika melihat perkembangan transportasi saat ini, pesawat terbang memang paling merajai dunia transportasi. Bisa jadi, inilah keledai terbang yang diucapkan Nabi Muhammad SAW dahulu. Namun, Wallahu A'lam. Allah SWT yang maha mengetahui apa sebenarnya keledai terbang tersebut. Semoga menjadi bahan renungan agar semakin bertambah pengetahuan.
Biografi Al-Khawarizmi Sebagai Bapak Matematika Dunia

Biografi Al-Khawarizmi Sebagai Bapak Matematika Dunia

Al-Khawarizmi merupakan salah satu tokoh besar Islam di bidang matematika. Umat Islam patut berbangga dengan adanya pria yang bernama lengkap Abu Ja'far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi ini. Karena keberadaannya agama yang di bawa Nabi Muhammad SAW ini menjadi lebih disegani.

Ia merupakan ilmuan penemu angka nol. Karyanya sangat terkenal dan berpengaruh seperti Teori Alogaritma dan aljabar, yang disebut oleh ilmuan barat sebagai aritmetika (ilmu hitung). Ia juga berpengaruh besar dalam soal hitungan, asal-usul angka, dan sejarah angka-angka yang sekarang ini kita gunakan. 

Biografi Al-Khawarizmi Sebagai Bapak Matematika Dunia
Al-Khawarizmi ini lahir di pinggiran sungai Oxus, Usbekistan pada 780 M. Sebutan al-Khwarizmi merupakan panggilan untuk tempat kelahirannya. Saat kecil, Ia dibawa oleh orang tuanya pindah dari Usbekistan menuju Baghdad Irak.

Saat itu pemerintahan Irak dikuasai oleh Khalifah al-Ma'mun (813-833) yang juga dikenal sebagai tokoh ilmuan. Bersama al-Khawarizmi, al-Ma'mun gencar menggiatkan penelitian yang dilakukan  al-Khawarizmi. Ia juga kerap memberikan penghargaan terhadap karya-karya al-Khawarizmi yang sebagian besar memang didedikasikan untuknya.

Dalam salah satu buku karangannya berjudul al-jabr wa al-Muqabilah, Ia merumuskan dan menjelaskan secara detail tabel trigonometri dan memperkenalkan sejumlah teori kalkulus dasar. Karangan lainnya yang dianggap penting adalah Trattari d'Arithmetica. Buku tersebut membahas beberapa soal hitungan, asal-usul angka, dan sejarah angka-angka yang sekarang ini kita gunakan. Trattari d'Arthmetica dalam bahasa latin yang di terbitkan pada tahun 1857 di Roma.

Pria yang di Eropa terkenal dengan nama Algorizmi, Algorizm, atau Algoritma ini tidak hanya mampu mengenali suatu hal sebagai subyek, namun juga mampu menyelesaikan masalah yang ada dalam subyek tersebut. Pada era Copernicus, seseorang tidak bisa disebut sebagai ahli matematika jika tidak mampu menganalisa karya ilmiah para ahli matematika terdahulu. Oleh karena itu, para ahli pada masa itu berlomba-lomba menyalin beberapa contoh praktis untuk dianalisa, misalnya tentang perhitungan ketinggian gunung, kedalaman lembah, dan jarak antara dua buah obyek, atau permuakaan yang tidak rata.

Saat itu untuk dapat diakui Al-khwarizmi menganalisa dan mengoreksi kesalahan yang terdapat dalam tulisan karya Diophantus dari Yunani (250 SM) mengenai aljabar. Ia menjelaskan kembali teori Diophantus, dan mengembangkannya dengan menambahkan beberapa rumus lain, seperti rumus segitiga, dan menyusun Darftar Logaritma.

Berikut hasil karya al-Khawarizmi
  1. Al-Jabr wa’l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
  2. Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.
  3. Sistem Nomor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem Nomor pada zaman sekarang. Karyanya yang satu ini memuat Cos, Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri , teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri. Banyak lagi konsep dalam matematika yang telah diperkenalkan al-khawarizmi .
Selain matematika, al-Khawarizmi juga berhasil menguasai bidang astronomi atau pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang.

Salah satu karyanya di bidang astronomi adalah membuat sebuah tabel khusus mengelompokkan ilmu perbintangan ini. Pada awal abad XII, sejumlah karya al-Khwarizmi diterjemahkan dalam bahasa latin oleh Adelard of Bal dan Gerard of Cremona. Al-Khwarizmi diperkirakan meninggal dunia pada tahun 850.

Nah Kawan, hasil pemikiran al-Khawarizmi  ini begitu populer dan masih digunakan sampai sekarang. Karya-karyanya banyak yang dibuat dalam berbagai versi bahasa. Seperti versi bahasa Latin yang kemudian diterjemahkan lagi dalam sejumlah bahasa yang digunakan di Eropa. Selain itu karyanya juga diterjemahkan dalam bahasa Cina. Buku-buku hasil karyanya juga banyak dijadikan sebagai acuan dan buku teks pelajaran untuk para mahasiswanya di Eropa hingga memasuki pertengahan abdad XVI.
Biografi Ali bin Abi Thalib

Biografi Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah terakhir dalam urutan Khulafaur Rasyidin. Selain sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali merupakan sepupu nabi yang tumbuh besar bersama. Ali lahir pada tanggal 13 Rajab di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab.

Ia dilahirkan sekitar tahun 600 Masehi atau 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad SAW. Nama aslinya adalah Haydar bin Abu Thalib. Namun Nabi SAW lebih senang memangggilnya Ali yang artinya derajat yang tinggi di sisi Allah.

Biografi Ali bin Abi Thalib
Saat Rasulullah mulai menyebarkan Islam, Ali masih berumur 10 tahun. Kepercayaannya terhadap Rasulullah membuatnya termasuk dalam golongan pertama yang masuk Islam atau disebut Ashabigunal Awalun. Semasa remaja, Ia menghabiskan hari-harinya bersama Rasulullah SAW untuk belajar.

Ia pun tumbuh dan berkembang menjadi pria yang cerdas, berani dan bijak. Jika Rasulullah merupakan gudang ilmu, maka Ali adalah kunci yang membuka ilmu yang tersimpan dari diri Rasulullah SAW.

Saat kaum Quraisy ingin membunuh Rasulullah, Ali lah yang menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya. Sehingga kaum Quraisy yang ingin membunuh Nabi SAW, menjadi tertipu dan terpedaya.

Nabi SAW mempercayakan putri kesayangan nabi, Fatimah az-Zahra untuk dinikahi Ali. Keduanya menikah setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah.

Ali merupakan sahabat yang pemberani dalam medan perang. Dengan penuh keyakinan, Ia dan pedangnya yang diberi nama Dzulfikar berjasa membawa kemenangan dalam peperangan. Misalnya saja saat bertarung dalam perang , Perang Khandaq, dan Perang Khaibar.

Biografi Ali Bin Abi Thalib ini menceritakan bagaimana kisah pengangkatannya sebagai khalifah. Setelah meninggalnya Rasulullah, terjadi perdebatan tentang siapa yang akan memimpin umat Islam. Kaum Syiah percaya bahwa Ali seharusnya menjadi khalifah pertama yang seharusnya memimpin. Namun saat itu Ia masih berusia masih muda dibandingkan tiga khalifah lainnya. Akhirnya Abu Bakar yang diangkat menjadi khalifah pertama.

Setelah Umar Bin Khatab dan akhirnya Utsman Bin Affan sebagai khalifah terbunuh, maka keadaan politik Islam menjadi kacau. Atas dasar tersebut, Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah mendesak agar Ali segera menjadi khalifah. Ali kemudian dibaiat beramai-ramai, menjadikannya khalifah pertama yang dibaiat secara luas.

Namun kegentingan politik membuat Ali harus memikul tugas yang berat untuk menyelesaikannya. Perang saudara pertama dalam Islam, Perang Siffin pecah diikuti dengan merebaknya fitnah seputar kematian Utsman bin Affan membuat posisi Ali sebagai khalifah menjadi sulit.

Ali tutup usia saat beliau berumur 63 tahun atau bertepatan pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ia dibunuh oleh Abdrrahman bin Muljam, seorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang).  Ia dibunuh saat menjadi imam pada shalat Subuh di Masjid Kufah pada 19 Ramadhan, selang empat hari, Ali pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Jasad Ali di dirahasiakan keberadaanya, selanjutnya kursi kekhalifahan dipegang secara turun temurun oleh keluarga Bani Umayyah dengan khalifah pertama Muawiyah. Dengan demikian berakhirlah kekhalifahan Khulafaur Rasyidin.
Biografi Ibnu Sina

Biografi Ibnu Sina

Ibnu Sina merupakan salah satu tokoh Islam yang disegani dunia. Ia sangat terkenal pada zamannya pada bidang kedokteran. Tidak hanya saat masa kehidupannya, karena hingga kini, sumbangsihnya dibidang kedokteran masih terus digunakan. Tidak heran, jika ia mendapat julukan Bapak Kedokteran Modern.

Ibnu Sina bernama asli Syeikhur Rais, Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina. Di dunia barat ia dikenal dengan nama Avicenna. Kecintaanya terhadap ilmu pengetahuan membuatnya sudah khatam ilmu kedokteran, hikmah, mantiq, dan matematika dengan berbagai cabangnya pada usian 18 tahun. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya.

Biografi Ibnu Sina
Ia lahir pada tahun 370 Hijriyah atau pada 980 masehi di di Afsyahnah daerah dekat Bukhara(Persia) wilayahnya sekarang adalah Uzbekistan. Kecerdasannya memang sudah terlihat sejak Ia masih kecil. Kecerdasan ini semakin terasah karena sejak kecil sang ayah sudah membiasakannya melakukan kajian tentang ilmiah.

Kecerdasannya yang menonjol dibanding teman-temannya, membuat sang guru menyarankan orang tuanya agar Ibnu Sina fokus menimba ilmu saja dan tidak terjun dalam dunia kerja jika sudah lulus sekolah. Sang guru berharap agar Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan saja.

Saran tersebut ternyata disetujui oleh orang tuanya. Ibnu Sina pun hanya berfokus dengan bidang keilmuan saja. Ternyata Ia dengan cepat bisa menguasai banyak ilmu. Saat itu, meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Kejeniusannya ternyata membuatnya terkenal hingga terdengar oleh pihak kerajaan.

Hidup Ibnu Sina kian berubah, ketika suatu saat Raja yang kala itu memerintah yakni Raja Bukhara Nuh bin Mansur jatuh sakit meminta Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya. Ternyata tinggal di kerajaan membuat Ibnu Sina dengan leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang sangat besar.

Ia mengatak bahwa semua buku yang diinginkan ada di perpustakaan tersebut, bahkan buku-buku yang kebanyakan orang tidak mengetahui namanya, dan Ia sendiri pun belum pernah melihatnya dan tidak akan pernah melihatnya lagi.

Mengetahui akan gudang ilmu tersebut, Ibnu Sina pun memanfaatkan dengan baik dengan giat membaca kitab-kitab itu dan semaksimal mungkin memanfaatkannya. Sesuatu yang menakjubkan adalah ketika usianya 18 tahun, Ia sudah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu.

Lama tinggal di istana, Ibnu Sina pun turut sibuk dalam kancah perpolitikan di kerajaan. Namun semua aktivitas perpolitikan tersebut tidak mengurangi kegiatan keilmuannya. Ia  bahkan menggelar safari panjang ke berbagai penjuru. Bahkan saat sempat dipenjarakan penahanannya selama beberapa bulan di Tajul Muk, penguasa Hamedan, Ia tetap saja bisa melahirkan ratusan jilid karya ilmiah dan risalah.

Ketika berada di istana dan hidup tenang serta dapat dengan mudah memperoleh buku yang diinginkan, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis ensiklopedia filsafatnya yang dibeni nama kitab Al-Syifa’. Namun ketika harus bepergian beliau menulis buku-buku kecil yang disebut dengan risalah. Saat berada di dalam penjara, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menggubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.

Di antara buku-buku dan risalah yang ditulis oleh Ibnu Sina, kitab al-Syifa’ dalam filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang massa. Al-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.

Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.

Ibnu juga memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruangan hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.

Dikatakan bahwa Ibnu Sina memiliki karya tulis yang dalam bahasa latin berjudul De Conglutineation Lagibum. Dalam salah bab karya tulis ini, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung-gunung. Pembahasan ini sungguh menarik. Di sana Ibnu Sina mengatakan, “Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan ini terjadi lantaran goncangan hebat gempa. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi. Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dengan meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya. Ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar bumi.”

Ibnu Sina dengan kekuatan logikanya sehingga dalam banyak hal mengikuti teori matematika bahkan dalam kedokteran dan proses pengobatan dikenal pula sebagai filosof tak tertandingi. Menurutnya, seseorang baru diakui sebagai ilmuan, jika ia menguasai filsafat secara sempurna. Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya.

Dalam filsafat, kehidupan Abu Ali Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting. Periode pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat paripatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles. Periode kedua adalah periode ketika Ibnu Sina menarik diri dari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.

Berkat telaah dan studi filsafat yang dilakukan para filosof sebelumnya semisal Al-Kindi dan Farabi, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya.

Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan telaahnya di bidang kedokteran tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles. Ia dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dia lah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia mengenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

Ibnu Sina tutup usia saat usianya 58 tahun dan tepat pada tahun 428 hijriyah. Namun kepergiannya tak menghapus khazanah keilmuan yang ia ciptakan dan ditinggalkan untuk umat manusia. Nama besarnya tetap hidup hingga saat ini , karena Ia adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya.

Demikian artikel biografi Ibnu Sina-Bapak Kedokteran Modern. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah pengetahuan anda. Dapatkan kisah inspiratif dari berbagai tokoh di dunia hanya di Infoyunik.com.
Api Neraka Pernah Sampai ke Dunia

Api Neraka Pernah Sampai ke Dunia

Keberadaan Neraka memang belum tampak, namun umat Islam meyakini jika tempat ini sudah dipersiapkan Allah SWT sebagai hunian bagi hamba-Nya yang dzolim, ingkar dan tamak. Neraka nantinya dipenuhi dengan siksa, serta panas api yang menyala-nyala.

Berdasarkan riwayat hadist, panas api disana mencapai 70 kali dari panasnya api di dunia. Tentu uapnya saja akan mampu membakar tubuh-tubuh manusia yang berdosa di dalamnya. Tahu kah anda jika ternyata api di neraka pernah di bawa Malaikat Jibril ke dunia.

Api Neraka Pernah Sampai ke Dunia
Pada awalnya Sang Malaikat meminta api neraka sebesar buah kurma saja. Namun penjaga neraka menolaknya, mengingat jumlah tersebut mampu melelehkan tujuh langit dan seluruh bumi karena panasnya. Akhirnya api yang dibawa ke bumi hanya sebesar biji zarah saja. Bagaimana kelanjutannya? Berikut kisahnya.

Dari Abu Hurairah ra. menyatakan bahwa Rasulullah  SAW bersabda yang artinya” Api yang biasa kalian nyalakan merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka jahanam” “Ya Rasulullah, demi Allah sungguh api dunia ini benar-benar cukup panas,” ungkap para sahabat.

Nabi Muhammad SAW melanjutkan “Tetapi sungguh api neraka jahanam enampuluh sembilan kali lebih panas dibandingkan api dunia, yang masing-masing bagian sama panasnya dengan api di dunia” (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Begitulah dasyat panasnya. Dalam sebuah cerita dikisahkan jika Nabi Adam AS sesampainya di dunia kesulitan dalam menjalani kehidupannya. Untuk memperoleh makanan, terlebih dahulu harus bekerja keras.

Namun ketika sudah mendapatkan bahan makanan, bahan-bahan tersebut tidak bisa langsung dikonsumsi layaknya di surga. Harus diolah lagi baru kemudian bisa dinikmati. Caranya adalah memasaknya dengan api.

Sang Nabi akhirnya memohon kepada Allah SWT agar diberi api. Maka Allah SWT mengutus Malaikat Jibril agar meminta sedikit api neraka kepada malaikat Malik penjaga neraka, untuk keperluan nabi Adam AS tersebut.

“Wahai Jibril, berapa banyak engkau menginginkan api?” Tanya malaikat Malik.

“Aku minta api neraka seukuran buah kurma?” Jawab malaikat Jibril.

“Jika aku memberikan api neraka seukuran buah kurma, maka tujuh langit dan seluruh bumi akan hancur meleleh karena panasnya!” Malaikat  Malik menjelaskan.

“Kalau begitu berikan saja kepadaku separuh buah kurma saja!” Minta malaikat Jibril.

Bumi tandus kekeringan Kemudian malaikat Malik menjawab, “Jika aku berikan api sebesar separuh kurma. Maka langit tidak akan menurunkan air hujan setetes pun dan air di bumi akan mengering sehingga tidak ada satu pun tanaman yang hidup karena panasnya.”.

Sang Malaikat kemudian bertanya kepada Allah SWT terkait jumlah yang pas api yang bisa di bawa ke bumi.

Dan Allah pun berfirman: “Ambillah api dari neraka sebesar zarah!”

Malaikat Malik kemudian mengambil api neraka sebesar zarah (ukuran terkecil dari atom), lalu diserahkan pada malaikat Jibril. Malaikat Jibril merasakan api yang sebesar zarah masih terlalu panas untuk nabi Adam as, lalu api neraka sebesar zarah itu terpaksa didinginkan dengan mencelupkannya ke dalam sungai di syurga sebanyak 70 buah sungai, setiap satu sungai 70 kali celupan. Setelah selesai dan dirasa tidak terlalu panas, maka malaikat Jibril membawan api neraka ke bumi.

Ternyata gunung pun tidak sanggup menahan panas dari api yang hanya sebiji zarah tersebut.  Sebelum diserahkan kepada nabi Adam as, api neraka itu diletakkan di atas gunung yang tinggi. Tetapi ketika api itu diletakkan, gunung tersebut hancur lebur sebab tidak mampu menahan panasnya api neraka yang sebesar zarah itu.

Tanah, batu-batu, besi dan semua yang ada di sekitar gunung, di dalam tanah dan di atas daratan menjadi bara api yang sangat panas dan mengeluarkan asap tebal. Bahkan api neraka itu tembus hingga perut bumi dan menyebabkan munculnya bara api yang sangat besar di dalam perut bumi. Dahsyatnya, bara api yang ditinggalkan adalah berwarna hitam pekat bukan berwarna merah menyala.

Api yang kita gunakan hari ini adalah sisa-sisa api dari bara api yang membakar tanah, batu, dan besi dan dari bara api di perut bumi yang kadar panasnya jauh berkurang beratus juta kali dari panasnya api neraka.
Inilah Kitab yang Diterima Manusia Ketika Jalani Pengadilan Kiamat

Inilah Kitab yang Diterima Manusia Ketika Jalani Pengadilan Kiamat

Kiamat merupakan salah satu rukun Iman yang dipegang teguh oleh Umat Islam. Setelah peristiwa kehancuran alam semesta ini terjadi, bukan berarti kehidupan selesai begitu saja. Justru kehidupan yang kekal baru akan dimulai.

Ada rentetan prosesi yang akan dilalui manusia sebelum menuju surga atau neraka. Pertama manusia dari berbagai zaman akan dibangkitkan di Padang Mahsyar. Kemudian, manusia menjalani prosesi untuk pengadilan paling agung di alam semesta yakni Yaumul Hisab.

Tidak perlu berbagai saksi layaknya pengadilan di dunia, karena Allah SWT memiliki bukti autentik yang tidak bisa dibantah. Adalah Kitabun Marqum, yang mencatat apa saja yang sudah dikerjakan oleh manusia selama hidup di dunia. Seperti apa kitabnya? Berikut ulasannya.

Manusia sering sekali menganggap remeh atas perbuatan dosa yang sudah dilakukan di dunia, padahal semua tindakan tersebut akan meminta pertanggungjawaban ketika di akhirat kelak. Nantinya manusia tidak akan bisa membantah, karena Allah SWT memiliki bukti yang tidak terbantahkan.

Di dalam Kitabun Marqum inilah, Malaikat Allah mencatat segala amal baik dan amal buruk manusia selama menjalani kehidupan di dunia. Tidak akan ada yang terlewat, semuanya terekam dan tertulis dengan benar.

“Tiap-tiap umat dipanggil untuk melihat kitab catatan amalnya. Inilah kitab catatan amalmu. Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya kami telah menyuruh mencatat dengan benar apa yang telah kamu kerjakan (QS. Aljasiah [45]:28,29).

Kitabun Marqum terdiri atas dua kitab. Kitab pertama bernama Sijjin, kitab ini berisi catatan amal manusia yang durhaka kepada Allah SWT. Hal-hal yang batil yang dilakukan selama menjalani hidup didunia tidak bisa dibantah lagi. Manusia menjadi saksi atas kejahatannya sendiri.

Allah mengingatkan manusia, “Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. Tahukah kamu, apakah sijjin itu? Ialah Kitabum Marqum (kitab yang tertulis.(QS. Almutaffifin [89]:7-9).

“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. (QS. Al-Qamar [54]: 52). Pada hari itu, diberikan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (QS. Al-Qiamah [75]: 13-14).

Orang kafir dan munafik yang durhaka ini akan menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kiri mereka (QS. Al-Haqqah [69]: 25), bahkan ada yang menema dari belakang punggung mereka. Qalallahu Ta’ala: 

Wajah calon penghuni neraka itu sangat ketakutan seperti serigala yang takut pada singa.

”Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku.” dan ia akan masuk kedalam api Neraka yang menyala-nyala.” (QS:Al-Insyiqaq:10-11-12)

Kitabum Marqum selanjutnya bernama Illiyyin. Kitab ini mencatat amal manusia yang melakukan amal kebaikan. Orang-orang beriman akan menerima kitab catatan amalnya itu dengan tangan kanannya.

“Dan barang siapa yang diberi kitab catatan amal di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca bukunya itu. Dan mereka tidak dianiaya sedikitpun (QS. Isra’ [17]: 71).

Semoga nantinya kita semua bisa menerima Kitabun Marqum yang bernama Illiyyin ini. Karena dengannya adalah pertanda baik akan dimasukan ke surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi.